Bismillah ar Rahman ar Rahim
Assalamu 'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Membuat sebuah blog bagi saya adalah ibarat membangun semacam "lumbung" bagi gagasan, tempat menyimpan pengalaman atau hal-hal yang berarti sekaligus juga untuk berbagi cerita dengan orang lain. Karena alasan itu pula, mengapa saya memilih gampiri sebagai nama blog ini. Dalam bahasa ibu saya, bahasa Kaili (sebuah suku yang mendiami lembah Palu), gampiri berarti lumbung.
Kekaguman akan arsitekturnya telah ada sejak dulu, ketika almarhumah nenek saya tercinta kerap bercerita--sambil bersandar pada salah satu tiang gampiri--tentang fungsi bangunan tersebut melalui dongengnya. Gampiri berbentuk rumah panggung yang mungil dimana bagian atas bangunan--yang berdinding kayu--berfungsi untuk menyimpan padi atau hasil pertanian lainnya atau sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang sangat berharga yang dimiliki oleh keluarga secara turun-menurun, sedang bagian bawah--dengan tinggi selutut orang dewasa--diberi lantai kayu atau bambu tanpa dinding, dimana para kerabat bisa berbagi cerita atau gagasan dengan bebas.
Merujuk pada "elan vital" yang diusung oleh arsitektur gampiri, blog ini digagas. Harapannya sederhana, blog ini bisa menyimpan ide, pengalaman, ataupun perenungan saya, sekaligus tempat berbagi dengan para sahabat yang berkenan membaca tulisan yang ada dalam blog ini. Saya sepenuhnya menyadari bahwa apa yang saya ungkapkan, kemungkinan bersifat subyektif, karena berangkat dari titik pandang, falsafah dan keyakinan keagamaan yang saya anut. Akan tetapi, apa yang saya ungkapkan, pada dasarnya didasari oleh nawaitu dan iktikad baik, agar kita dapat mencari alternatif yang kita nilai sebagai yang terbaik, yang selanjutnya mungkin akan menuntun sikap batin, sikap intelektual dan mungkin pula prilaku kita dalam mengarungi samudera kehidupan ini.
'Ala kulli hal, terbersit sejumput asa, agar apa yang terpatri dalam blog ini bisa bernilai ibadah, amin.
Wallahhul musta'an,
Al haqir ila Allah.
Mohamad Nasir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar